Sosialisasi Pelopor Tata Tertib Lalu lintas

Menyikapi maraknya tindakan pelanggaran berlalu lintas, terutama di kalangan pelajar, Dinas Perhubungan Kabupaten Garut menggiatkan penyuluhan keselamatan lalu lintas di sekolah-sekolah.

Tujuannya, agar siswa merubah perilakunya berkendara dan mampu menjadi pelopor keselamatan lalu lintas dan meneruskan sosialisasi keselamatan lalu lintas tersebut kepada siswa lain serta masyarakat sekitarnya.

“Kita melaksanakan penyuluhan keselamatan lalu lintas di SLTA dan SLTP di daerah ini dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran siswa dalam berlalu lintas di jalan raya secara tertib dan mematuhi aturan yang ada. Selain itu mereka juga diharapkan menjadi pelopor keselamatan lalu lintas di tengah siswa lainnya, ,” ungkap Dinas Perhubungan Kabupaten Garut Kepala Bidang angkutan DENI DESTA M.Si didampingi Kepala Seksi Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban.
Kasubag UPDTD Bayongbong

Dikatakan, selama ini tidak jarang terjadi kecelakaan akibat pengendaranya bertindak ugal-ugalan atau balapan liar di jalan raya. Selain itu, juga banyak terlihat pengendaran terlebih dari kalangan anak muda atau siswa yang tidak memakai helm, tidak memakai kaca spion dan tidak memiliki lampu sein.

Lebih mencemaskannya, saat mengendarai kendaraan tersebut kadang mereka juga sering memakai handpone saat mengendara dan bergandengan dengan sepeda motor lainnya serta berboncengan tiga orang. Disamping banyak pula siswa yang memakai kendaraan bermotor tanpa kelengkapan seperti surat izin mengemudi dan surat surat kendaraan. Berbagai pelanggaran tersebut umumnya disebabkan kurangnya kesadaran dan pengetahuan mereka tentang aturan dan persyaratan berkendaraan.

“Aksi kebut-kebutan dan berbagai pelanggaran peraturan lalu lintas di jalan raya itu, tidak saja akan mengancam keselamatan mereka, namun juga mengancam keselamatan orang lain. Untuk mengantisipasi ancaman kecelakaan tersebut, makanya kita terus menggiatkan penyuluhan ke sekolah-sekolah,” ujar DENI DESTA M.Si

Dengan adanya penyuluhan, lanjut DENI DESTA M.Si, setiap siswa dan generasi muda di daerah ini diharapkan sadar dan taat terhadap aturan tertib berlalu lintas sekaligus bisa menjadi pelopor keselamatan di jalan raya. Artinya, mereka tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri, tapi juga menjadi pelopor keselamatan bagi keluarga, dan orang-orang disekitarnya.

“Keselamatan berlalu lintas merupakan salah satu hal penting yang perlu ditanamkan dan dibudayakan di kalangan siswa buat meningkatkan keamanan dan keselamatan berlalu lintas di jalan raya. Penyuluhan ini sejalan dengan kegiatan Operasi Zebra yang tengah dilakukan pihak kepolisian,” ulang DENI DESTA M.Si.

Masih dalam rangka meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di jalan raya, Dinas Perhubungan daerah ini juga melakukan kegiatan pemilihan pemuda/pelajar pelopor keselamatan lalu lintas. Tahun 2018 ini salah seorang perwakilan siswa SMAN 19.

“Pelajar pelopor itu tentunya diharapkan benar-benar proaktif mensosialisasikan pesan-pesan keselamatan dan membudayakan keselamatan lalu lintas kepada teman dan orang di lingkungannya. Semua itu bertujuan untuk untuk menurunkan angka kecelakaan. Sebab, kecelakaan akan mengakibatkan beban bagi keluarga korban,” papar DENI DESTA M.Si.

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.